HARD WORK VS PRIVILEGE

Sunday, 11th of August 2019




Knowing that the world is indeed unfair from the first place, privilege often comes as a stepping stone that gets someone to where he is today.

That's a miracle of privilege. It brings someone who sits in the right social circle the opportunity to play. It also puts down who would have had the same access to the same right, but unfortunately, he did not have the magical benefits of the privilege itself.

This is a sad story about how big influence the privilege has to take control.

We all know that privileges do exist. However, nothing is worth it if we recognize a privilege by suffering from guilt or shame over our destiny in life. Recognizing privilege simply means being aware that some people have to work much harder just to experience the things that we take for granted.

Let's say, things are better when we have money, a beautiful face, and other privileges. But is it true that blaming this unfair situation will ease our burden to be better than before? Or are we just trying to justify our failures?

Sorry, I strongly disagree.

The world is indeed unfair and privilege colors almost everything about our perspective on opportunities for progress in life. But believe me, life isn't a competition with others. It's about how we compete with ourselves and get a trophy.

قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

 (40  :   النمل)

The translation :

"...he (Sulaiman) said, "It is from the goodness of my Lord to test me whether I will be grateful or ungrateful. And anyone who is grateful - thanks only for [his own interests]. And anyone who is not grateful - then indeed, my Lord is free from necessity and generous."


(An-Naml: 40)

That's why I will say that there is a common thread between hard work and privilege. We often call it gratitude.

Give thanks first, evaluate later.

We may not be able to choose how we were born and what obstacles will physically abuse us. However, as long as we keep our hard work on fire and put the gratitude on the first place, Allah's miracles will be given soon.

Happy Sunday, everyone! Let's evaluate ourselves together.


DHIORNIKI 🌺
.

Ahad, 11 Agustus 2019


Menilik bahwa dunia ini tidak adil sebagai poin utama, hak istimewa seringkali muncul sebagai batu loncatan yang membawa seseorang ke tempatnya saat ini.

Itulah keajaiban hak istimewa. Ia membawa sebuah kesempatan untuk bermain bagi seseorang yang duduk di lingkaran sosial yang tepat. Ia pun menjatuhkan mereka yang akan memiliki akses yang sama ke arah hak yang sama, tetapi sangat disayangkan, ia tidak memiliki keajaiban dari manfaat hak istimewa tersebut.


Ini sebuah cuplikan kisah sedih mengenai betapa besarnya pengaruh hak istimewa untuk mengambil kendali.

Kita semua mengerti bahwa hak istimewa memang ada. Tapi, tidak tepat rasanya jika mengakui hak istimewa sebagai penderitaan atas rasa bersalah atau malu perihal nasib kita dalam kehidupan. Mengakui hak istimewa berarti sadar bahwa beberapa orang harus bekerja lebih keras hanya untuk mengalami hal-hal yang kita anggap remeh.

Katakanlah, segalanya menjadi lebih baik ketika kita memiliki uang, wajah cantik, dan hak istimewa lainnya. Tapi, benarkah menyalahkan situasi yang tidak adil ini akan meringankan beban kita untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya? Atau apakah kita hanya berusaha membenarkan kegagalan yang kita alami?

Maaf, saya benar-benar tidak setuju.

Dunia memang tidak adil dan hak istimewa mewarnai hampir semua hal tentang perspektif kita perihal peluang maju dalam kehidupan. Tetapi, percayalah padaku bahwa kehidupan bukanlah sebuah persaingan dengan orang lain. Ia bercerita tentang bagaimana kita bersaing dengan diri sendiri dan mendapatkan trofi.

قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

(40  :   النمل)

Artinya :

"...dia  (Sulaiman) berkata, "Ini dari kebaikan Tuanku untuk menguji aku apakah aku akan berterima kasih atau tidak berterima kasih. Dan siapa pun yang bersyukur - terima kasihnya hanya untuk [kepentingan] dirinya sendiri. Dan siapa pun yang tidak tahu berterima kasih - maka sesungguhnya , Tuhanku bebas dari kebutuhan dan murah hati. "

(An-Naml: 40)

Itu sebabnya saya mengatakan bahwa ada benang merah antara kerja keras dan hak istimewa. Kita sering menyebutnya sebagai sebuah rasa syukur.

Bersyukur dulu, evaluasi kemudian.

Kita mungkin tidak bisa memilih bagaimana kita dilahirkan dan rintangan apa yang secara fisik akan menyalahgunakan kita. Namun, selama kita tetap bekerja keras dan menempatkan rasa syukur sebagai poin utama, mukjizat Allah kelak akan segera diberikan.

Selamat hari Ahad! Mari membenahi diri bersama-sama.


DHIORNIKI 
🌺

Tags