Ungkapan bulan nampaknya sukses meredam emosi bumi. Ia menyeka air matanya perlahan, lalu mengambil napas panjang.
.
.
Berkat manusia baik.
.
Iya, manusia baik.
Kamis, 6 Desember 2018
Betapa kehidupan mahasiswa sangatlah tidak terikat aturan. Dimulai dari hal sederhana seperti kegiatan memilih outfit di pagi hari. Kehidupan semasa SMA yang dituntut memakai seragam dan mengikuti upacara hari Senin tentu berbeda dengan hari Senin mahasiswa yang bebas memakai baju apa saja dan masuk pukul 9 pagi.
Mahasiswa Tanpa Aturan.
Betapa kehidupan mahasiswa sangatlah tidak terikat aturan. Sejauh mata memandang, dengan mudahnya kita menemukan laki-laki berambut gondrong lengkap dengan kaus hitam dan jeans belel. Tak terkecuali segolongan perempuan berambut warna-warni yang tidak lagi canggung membubuhkan make up dan memakai lensa kontak.
Dibalik semua ketidak terikatan tersebut, mahasiswa tetaplah harapan bangsa. Seorang mahasiswa, siapapun ia, bisa dipastikan adalah sosok figur bagi masyarakat sekitar. Sosok figur yang terus diawasi dan sasaran empuk untuk diperbincangkan.
Mahasiswa ialah agent of change. Suatu perubahan tidak mungkin terjadi tanpa campur tangan mahasiswa di dalamnya.
Egois untuk kehidupan pribadi tentu boleh saja. Namun, jika egois tersebut berlebihan, maka hanya akan membunuh mahasiswa tersebut secara perlahan.
Mahasiswa mau tidak mau, bisa tidak bisa tetaplah berperan sebagai pengendali sosial. Jembatan antara rewelnya suara masyarakat dan rumitnya birokrasi pemerintahan.
Menjadi mahasiswa tidak akan semudah ftv dan novel romantis yang isinya melulu perihal cinta.
Mahasiswa tanpa aturan adalah sebuah ujian.
Apakah dengan kebebasan, para mahasiswa mampu berfikir bebas?
Atau justru, dengan kebebasan, para mahasiswa mampu bebas berfikir?
Seperti halnya syair arab yang berbunyi :
إن الشباب والفـراغ والـجـدة # مفسدة للمـرء أي مـفـسـدة
"Sesungguhnya masa muda, waktu luang, dan kekayaan adalah sumber kerusakan bagi seseorang yang tidak memanfaatkannya dengan baik."
Bangunlah dari kantuk panjang!
Negeri ini butuh uluran tangan kita bersama. Ibarat sebuah sapu lidi, ia tidak akan bermanfaat bila hanya mengandalkan satu lidi saja untuk menyapu.
Jangan biarkan hidup tanpa aturan ini membelenggu dalam kemalasan panjang tak berjeda.
Karena Indonesia butuh kamu, mahasiswa.
Selamat hari Kamis! Mari membenahi diri bersama-sama.
DHIORNIKI🌺