Jum'at, 22 Februari 2018
Dunia hanyalah sebuah panggung drama, dimana para manusia berkewajiban memainkan peran yang mereka pilih sebaik mungkin. Bukanlah hal yang mudah tentunya berpura-pura bahagia tatkala dunia tidak sependapat. Namun, para manusia tidak boleh menyerah begitu saja. Kehadiranmu di dunia sungguh dibutuhkan
Seperti halnya hadist Rosulullah SAW yang berbunyi :
(..كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسؤولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.." (متفق عليه"
Artinya :
"..setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin.."
Dari hadist ini kita belajar bahwa manusia diciptakan sebagai seorang "khalifah" di muka bumi. Bukan tanpa sengaja rasanya Allah menetapkan segala sesuatu sesuai tempatnya. Adalah sebuah penyesalan bila para manusia tidak menggunakan kesempatan berperan di dunia sebaik-baiknya.
Dunia adalah sebuah wadah ilusi popularitas. Kedatangannya sementara dan hobi menggoda. Barang siapa yang tidak membentengi diri dengan iman dan taqwa tentu terlena atas kebahagiaan fana dengan mudahnya.
Akan ada masa dimana yang rupawan tidak lagi menawan.
Akan ada masa dimana yang berharta tidak lagi berharga.
Allah bahkan berfirman dalam QS. Ar-Rahman : 26, tentang segala sesuatu di dunia yang akan binasa. Lalu, apa gunanya membanggakan sesuatu yang sementara?
Dewasa ini, media sosial menjadi tolak ukur popularitas seseorang di dunia. Sosok dengan ribuan followers dan feeds instagram yang ciamik tentu menyita perhatian. Namun, marilah kita berfikir sejenak.
Apalah arti segunung followers bila apa yang kamu posting bahkan tidak mendekatkan para followers-mu kepada ilahi Robbi?
Sungguh sebuah ilusi popularitas.
Selamat hari Kamis! Mari membenahi diri bersama-sama.
DHIORNIKI🌺
Dunia hanyalah sebuah panggung drama, dimana para manusia berkewajiban memainkan peran yang mereka pilih sebaik mungkin. Bukanlah hal yang mudah tentunya berpura-pura bahagia tatkala dunia tidak sependapat. Namun, para manusia tidak boleh menyerah begitu saja. Kehadiranmu di dunia sungguh dibutuhkan
Seperti halnya hadist Rosulullah SAW yang berbunyi :
(..كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسؤولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.." (متفق عليه"
Artinya :
"..setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpin.."
Dari hadist ini kita belajar bahwa manusia diciptakan sebagai seorang "khalifah" di muka bumi. Bukan tanpa sengaja rasanya Allah menetapkan segala sesuatu sesuai tempatnya. Adalah sebuah penyesalan bila para manusia tidak menggunakan kesempatan berperan di dunia sebaik-baiknya.
Dunia adalah sebuah wadah ilusi popularitas. Kedatangannya sementara dan hobi menggoda. Barang siapa yang tidak membentengi diri dengan iman dan taqwa tentu terlena atas kebahagiaan fana dengan mudahnya.
Akan ada masa dimana yang rupawan tidak lagi menawan.
Akan ada masa dimana yang berharta tidak lagi berharga.
Allah bahkan berfirman dalam QS. Ar-Rahman : 26, tentang segala sesuatu di dunia yang akan binasa. Lalu, apa gunanya membanggakan sesuatu yang sementara?
Dewasa ini, media sosial menjadi tolak ukur popularitas seseorang di dunia. Sosok dengan ribuan followers dan feeds instagram yang ciamik tentu menyita perhatian. Namun, marilah kita berfikir sejenak.
Apalah arti segunung followers bila apa yang kamu posting bahkan tidak mendekatkan para followers-mu kepada ilahi Robbi?
Sungguh sebuah ilusi popularitas.
Selamat hari Kamis! Mari membenahi diri bersama-sama.
DHIORNIKI🌺


