Kamis, 14 Februari 2019
Merebaknya valentine day sebagai lifestyle secara tidak langsung menimbulkan kesalahpahaman dalam definisi mencintai. Atau bisa juga kita sebut sebagai "cinta salah persepsi".
Rasa malu seolah tidak lagi nyata. Para muda-mudi sibuk mempertontonkan beragam visualisasi cinta dan menganggapnya sebagai hal yang wajar. Sebuah ungkapan "perayaan kasih sayang" seolah membungkus valentine day sebagai perayaan wajib pada tanggal 14 Februari, terlebih bagi sepasang kekasih.
Ironis. Betapa media yang berperan utama sebagai wadah pembentukan karakter justru menyalahgunakan akses yang mereka miliki. Di samping itu, berbagai faktor lainnya seperti globalisasi budaya, lemahnya peran orang tua, dan buruknya kontrol sosial masyarakat seakan memberikan keleluasan bagi generasi muda untuk melakukan apapun atas nama kasih sayang kepada lawan jenis.
Valentine bukan budaya kita.
Budaya kita adalah menjaga reputasi bangsa dengan nilai-nilai agama dan pancasila.
Seperti halnya hadist Rosulullah SAW yang berbunyi :
"..إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ ؛ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ"
(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)
"Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu"
(HR. Bukhori)
Malu adalah satu kata yang mencakup perbuatan menjauhi segala apa yang dibenci.
Begitu pula dengan hilangnya rasa malu, dipengaruhi oleh kadar kematian hati dan ruh seseorang.
Sehingga setiap kali hati hidup, pada saat itu pula rasa malu menjadi lebih sempurna.
Selamat hari Kamis! (bukan selamat hari valentine)
Mari membenahi diri bersama-sama.
DHIORNIKI🌺
Merebaknya valentine day sebagai lifestyle secara tidak langsung menimbulkan kesalahpahaman dalam definisi mencintai. Atau bisa juga kita sebut sebagai "cinta salah persepsi".
Rasa malu seolah tidak lagi nyata. Para muda-mudi sibuk mempertontonkan beragam visualisasi cinta dan menganggapnya sebagai hal yang wajar. Sebuah ungkapan "perayaan kasih sayang" seolah membungkus valentine day sebagai perayaan wajib pada tanggal 14 Februari, terlebih bagi sepasang kekasih.
Ironis. Betapa media yang berperan utama sebagai wadah pembentukan karakter justru menyalahgunakan akses yang mereka miliki. Di samping itu, berbagai faktor lainnya seperti globalisasi budaya, lemahnya peran orang tua, dan buruknya kontrol sosial masyarakat seakan memberikan keleluasan bagi generasi muda untuk melakukan apapun atas nama kasih sayang kepada lawan jenis.
Valentine bukan budaya kita.
Budaya kita adalah menjaga reputasi bangsa dengan nilai-nilai agama dan pancasila.
Seperti halnya hadist Rosulullah SAW yang berbunyi :
"..إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ ؛ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ"
(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)
"Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu"
(HR. Bukhori)
Malu adalah satu kata yang mencakup perbuatan menjauhi segala apa yang dibenci.
Begitu pula dengan hilangnya rasa malu, dipengaruhi oleh kadar kematian hati dan ruh seseorang.
Sehingga setiap kali hati hidup, pada saat itu pula rasa malu menjadi lebih sempurna.
Selamat hari Kamis! (bukan selamat hari valentine)
Mari membenahi diri bersama-sama.
DHIORNIKI🌺


0 Comments:
Post a Comment