BUDAK & PEMIMPIN DUNIA

Senin, 24 September 2018

Sebagai seorang mahasiswi, saya pun pernah merasakan sakitnya jatuh bangun dalam proses menuntut ilmu. Bahkan di usia saya yang kini menginjak 20 tahun, saya rasa ilmu yang saya dapat tidak seberapa. Karena, definisi menuntut ilmu adalah seumur hidup.

Ketika duduk di bangku sekolah dasar, saya beranggapan bahwa sukses adalah ketika kita mampu menjadi seorang jutawan atau seorang pejabat dengan nilai gaji yang fantastis. Seiring berjalannya waktu, saya perlahan menyadari tentang harga sebuah harta.

Memiliki harta di dunia adalah sebuah keharusan. Allah tidak pernah melarang hambanya menjadi seorang jutawan. Namun cukup disayangkan, seringkali para manusia kalap! Lalu tanpa sengaja terjerumus dan menjadi budak dunia.

Menurut mereka hidup adalah tentang menghasilkan uang.

Itu saja.

"وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ" (الذاريات : ٥٦)

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyambahKu" (Adz-Dzaariyaat : 56)

Allah menciptakan berbagai ragam penciptaan hanya untuk beribadah padaNya. Tanpa terkecuali, semut-semut kecil di ujung kamar. Setiap langkah yang ia pijak adalah ibadah.

Bagaimana halnya dengan manusia?

Bukankah Allah telah sempurna menciptakannya sebagai seorang khalifah?

Menjadi sukses di dunia tidak boleh menjadi penghambat untuk sukses di akhirat. Memiliki kebebasan finansial di dunia itu penting. Namun, beribadah padaNya jauh lebih penting! Itulah mengapa pentingnya pendidikan karakter islami harus ditanamkan sejak dini. Agar generasi masa depan tidak hanya duduk dan menjadi budak dunia, melainkan pemimpin dunia.

Rasanya mengganjal, apabila kesuksesan di dunia tidak berpengaruh besar untuk kesuksesan di akhirat.

Untuk apa ranking satu jika sholat tidak pernah tepat waktu?

Untuk apa jago menyanyi jika tidak bisa mengaji?

(Tulisan ini saya tulis khusus mengisi rubrik "alumni" majalah SD saya tercinta, SD Muhammadiyah 6 Surabaya)

Selamat hari Senin! Mari membenahi diri bersama-sama.

DHIORNIKI🌺

0 Comments:

Post a Comment

Tags