KEBIJAKAN YANG MEMIHAK SEMUA ORANG

Selasa, 28 April 2020




“Ketika tidak semua hal yang dianggap benar meninggalkan efek baik bagi semua orang.”

Pandemi covid-19 yang semakin memuncak kini menimbulkan keresahan. Betapa tidak, jumlah pengidap penyakit yang satu ini kian bertambah dari hari ke hari. Dilansir dari laman www.covid19.go.id pada  Selasa (28/4), tercatat kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai angka 9096 dengan total kesembuhan 1151 orang dan catatan meninggal sebanyak 765 orang.

Entah sampai kapan lara ini akan berselang, semua orang tentu berharap dapat beraktifitas normal seperti biasanya. Namun sayangnya, Sang Pemilik Jagat Raya belum juga mendeklarasikan kapan waktu akan memihak. Oleh karenanya, pandemi tersebut tidak bisa diremehkan. Selain mendoakan yang terbaik, diperlukan pula usaha kewaspadaan dan pemutusan mata rantai penyebaran sesegera mungkin.

Demi meredam penyakit yang telah mewabah ini, pemerintah Indonesia tak ayal menerapkan berbagai kebijakan. Sebut saja pembatasan sosial atau social distancing yang hingga kini masih diberlakukan sebagai salah satu upaya jitu. Tidak hanya itu saja, Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo bahkan mengeluarkan beberapa kiat baru, antara lain pemberian satu juta bagi peserta kartu prakerja untuk kurun waktu empat bulan selama covid-19 mewabah, subsidi 1,5 T untuk selisih biaya dan uang muka pembelian rumah, larangan menagih hutang melalui debt collector, penundaan cicilan dua tahun bagi ojek online dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hingga kebijakan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial (Bansos).

Berbagai kiat yang telah disebutkan tentu bukan tanpa tujuan, yaitu meringankan beban sebagian golongan. Nyatanya, pembatasan sosial yang ada berimbas langsung pada mereka yang memanfaatkan keramaian sebagai tonggak utama pendapatannya. Baik supir angkutan umum, buruh pabrik, karyawan kantoran, hingga direktur perusahaan pun menjerit menilik angka pendapatan yang menukik drastis

Hm, kebijakan ini tidak bisa memihak semua orang.

Pengusaha patut bersedih mengingat usahanya yang terhambat dan terpaksa diberhentikan sementara. Dilansir oleh laman www.kompas.com, PT Angkasa Pura I (Persero) adalah salah satu contohnya. Perusahaan ini menghentikan sementara layanan terhadap penerbangan komersial penumpang pada lima belas bandara yang dikelolanya. Fenomena tersebut sungguh menyedihkan, berbagai pihak pun dirugikan.

Namun, di balik kesedihan para pengusaha, terdapat tangisan ‘tidak terdengar’ rakyat jelata. Mereka meraung kelaparan, tanpa siapapun yang mengetahuinya. Mereka hanya ingin mendapatkan hak #dirumahaja seperti halnya sebagian golongan lainnya.

Ironi, mereka tidak mendapatkannya.

Jika tidak beringsut keluar rumah, mereka tidak akan mendapatkan sesuap nasi. Rasa takut akan kelaparan jauh lebih besar dari pandemi yang mewabah kini.

Akan ada pelangi setelah hujan.

Bersabarlah sedikit lagi, pandemi itu akan segera berakhir. Disadari atau tidak, berbagai pelajaran datang silih berganti mewarnai hari. Tidak semua jerih payah menyisakan luka. Oleh karenanya, bangkit dan kembalilah menata diri. Semoga segalanya kembali baik-baik saja.

Sedikit bagi kita, berarti bagi mereka.

Bersyukur, adalah satu dari sekian hal yang harus diutamakan setelah bersabar. Esensi bersyukur tentu akan terasa nyata jika nikmat yang didapatkan turut bermanfaat bagi orang di sekitarnya. Di tengah situasi mencekik tersebut, bisa jadi apa yang menurut sebagian orang adalah hal remeh, justru berarti besar bagi sebagian orang lainnya.  Rasulullah SAW pun bersabda :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ

Artinya:

“Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (efek) atas nikmatNya pada hambaNya”

(HR. Tirmidzi, dishahiihkan oleh Syaikh Al-Albaaniy)

Hadist ini seolah pengingat yang hangat bagi kita semua bahwa rasa syukur tidak hanya diyakini dalam hati dan diucapkan dengan lisan, melainkan dilakukan dengan perbuatan. Jika tidak mampu berkontribusi dalam bentuk finansial, ilmu, dan jasa..

Berjanjilah untuk tidak pernah berhenti mendoakan.

Percayalah, Allah akan mendengarkan.

Selamat hari Selasa! Mari membenahi diri bersama-sama.

DHIORNIKI🌺

0 Comments:

Post a Comment

Tags