Sabtu, 18 Agustus 2018
Secara struktural, level tertinggi sebuah kasih sayang ialah cinta. Terdiri dari 5 huruf sederhana, cinta mampu menggemparkan dunia dan menjadikannya terasa lebih berwarna. Karena ia datang tanpa sebuah seleksi. Kehadirannya perlahan, lalu mengisi relung hati yang kesepian.
Bohong rasanya, apabila seorang manusia menolak kedatangannya. Tidak ada kehidupan tanpa cinta, begitulah kira-kira fakta yang beredar. Diciptakan sebagai makhluk sosial, wajar apabila cinta kerapkali datang kepada manusia tanpa diundang.
Dalam beribadah pun demikian. Apabila perasaan cinta dalam beribadah segera ditanamkan, maka hasil yang akan kita petik juga tidak sembarangan. Perasaan cinta tersebut akan memaksa kita untuk terus beribadah kepadaNya. Dari sebuah keterpaksaan, beralih menjadi hal biasa, lalu menuju kebiasaan, dan berakhir pada perasaan cinta kepadaNya.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات : ٥٦)
"Sesungguhnya Allah tidak menciptakan manusia dan jin, kecuali beribadah kepadaNya" (Adz-Dzaariyaat : 56)
Ya, tugas kita tidak lebih hanyalah beribadah padaNya.
Apabila perasaan cinta itu berhasil menderu dalam hati kita, maka sholat tahajjud di sepertiga malam tidak akan menjadi beban. Bersujud memohon ampun di atas sajadah tipis pun tidak lagi terasa berat, hanya karena satu alasan.
Karena kita mencintai Allah. Lalu, ibadah akan terasa menyenangkan.
Melebihi perasaan menyenangkan ketika bertemu pujaan hati tanpa disengaja.
Melebihi perasaan menyenangkan ketika snapgram dilihat oleh si doi.
Jangan pernah bosan mencintai Allah, karena mencintaiNya tidak akan pernah membuat manusia patah hati.
Selamat hari Sabtu! Mari membenahi diri bersama-sama.
DHIORNIKI🌺

0 Comments:
Post a Comment