Kamis, 2 Agustus 2018
Manusia ialah tempat bersarangnya dosa dan kesalahan. Sesempurna apapun akhlaq manusia, tidak dapat dipungkiri bahwa ia akan melakukan kesalahan. Bagaikan gelas kaca yang terdiam di dalam rak, nyatanya akan saling bergesekan. Apalagi seorang manusia yang setiap detiknya selalu bergerak, gesekan dan perbedaan pendapat tidak akan bisa dibohongi.
Seiring berjalannya waktu, seorang manusia akan hidup pada pilihannya. Menentukan keputusan dan berkomitmen penuh atas hal yang telah ia pilih. Hidup dengan cara berbeda akan melahirkan hasil yang berbeda pula. Inilah penyebab utamanya, bahwa setiap manusia memiliki alasan bertahan yang berbeda.
Saya seringkali menganggap sesuatu itu buruk, apabila tidak sesuai dengan prinsip yang saya teguhkan. Padahal di sisi lain, seharusnya saya menghardik diri sendiri agar mengesampingkan ego dan berusaha mengambil titik tengah dari suatu persoalan. Contoh dalam kehidupan sehari-hari ialah ketika kita berusaha mengirim pesan WA kepada seseorang. Lamanya menunggu balasan terkadang tidak sesuai dengan balasan yang diterima. Rasanya hati ini berantakan tak karuan. Beribu pikiran negatif secara cepat menghantui diri yang lemah ini. Akhirnya perdebatan kecil pun hadir, tanpa kita ketahui apa alasan seseorang tersebut bertindak demikian.
Dari hal tersebut, kita akan mengerti bahwa berharap kepada manusia adalah hal yang sia-sia. Karena manusia tidak luput sedikit pun dari dosa dan kesalahan. Hanya Allah lah tempat seorang manusia berharap dan kembali. Lalu kita akan tersadar bahwa dengan bersabar, hati pun lebih bijak dalam menghadapi sesuatu.
Bukankah kita tetap mencintai diri kita walaupun beribu kesalahan telah kita lakukan? So, apa alasan kita gengs untuk berhenti mencintai seseorang karena kesalahannya?
Selamat hari Kamis! Mari membenahi diri bersama-sama.
DHIORNIKI🌺

0 Comments:
Post a Comment