Kamis, 9 Agustus 2018
Dunia ibarat sebuah permainan ular tangga berskala besar. Dengan ribuan pion pemain, tangga, dan ekor ular yang berbeda di tiap masanya. Ketika salah seorang manusia berkesempatan menaiki tangga kehidupan, tak ayal membuat perasaan sombong tanpa sengaja tercipta.
Seakan-akan, dunia ini berpihak padanya.
Seakan-akan, hanya dirinyalah yang pantas menggenggam dunia.
Allah menciptakan manusia dengan kadar yang sempurna. Sempurna disini tidak berarti tanpa cela, melainkan sebuah keseimbangan antara kelebihan dan kekurangan.
Misalnya, kita terlahir dengan wajah rupawan dan materi berlimpah, apakah 2 hal tersebut menguntungkan?
Kalo iya, dari segi mana?
وَمَا الحُسْنُ فيِ وَجْهِ الفَتَى شَرَفاً لَهُ # إِنْ لَمْ يَكُنْ فيِ فِعْلِهِ وَ الخَلاَئِق
"Sesungguhnya wajah rupawan tidak menentukan kemuliaan seseorang, bila tidak diimbangi dengan kesempurnaan dalam tindakan dan akhlaq"
Dunia hanya sementara.
Ya, dunia hanya sementara. Kelak, kita sebagai manusia berlumuran dosa akan diminta pertanggung jawaban atas berbagai ular dan tangga yang telah kita lewati.
Apakah dengan ular dan tangga yang kita jalani mampu mengubah kita menjadi pribadi lebih baik?
Atau mungkin, apakah dengan tangga yang kita naiki justru menjadi ekor ular yang menjerumuskan?
Kita tidak pernah mengerti. Hanya Allah yang Maha Mengerti.
Nikmati saja ular tangga yang kita miliki dan mari menjadi pemain terbaik pada level masing-masing.
Selamat hari Kamis! Mari membenahi diri bersama-sama.
DHIORNIKI🌺

0 Comments:
Post a Comment