PAKAIAN KOTOR

Selasa, 14 Agustus 2018

Mencuci pakaian adalah hal yang membosankan. Terbukti dengan adanya globalisasi, para manusia diajak bekerja instan. Hal itu sudah pasti bertolak belakang dengan kehidupan para leluhur kita.

Dahulu sebelum generasi millennial dilahirkan, seluruh lapisan masyarakat menghabiskan waktu dan tenaga hanya sekedar untuk mencuci pakaian miliknya. Karena pakaian kotor tersebut tidak mungkin bisa bersih dengan sendirinya. Kecuali, pakaian kotor tersebut direndam dalam air deterjen, lalu disikat dan dibilas dengan air bersih.

Rumit sih, tapi bukan berarti pakaian kotor tidak bisa diatasi dengan usaha sendiri. Hanya saja, rasa malas senantiasa menggerogoti.

Contoh diatas menceritakan tentang metode mencuci pakaian kotor. Namun, bagaimana jika noda tersebut terletak pada hati kita? Apakah air deterjen bisa turut melunturkan noda?

Tentu saja, tidak!

Hati memiliki cara pandang sendiri, tentu berbeda dengan pakaian yang sering kita gunakan. Hati yang kotor terlahir dari suatu kebiasaan buruk manusia menyangkut hal duniawi. Seringkali kita terjebak perasaan candu terhadap sesuatu yang bersifat sementara.

Di sisi lain, hati yang kotor mungkin saja terlahir dari perasaan merasa benar dan tidak ingin disalahkan. Hal tersebut salah besar, mengingat syair arab yang berbunyi :

الانسان مكان الخطاء و النسيان

"Manusia adalah tempatnya kesalahan dan lupa"

Setiap raga yang bernafas pasti melakukan kesalahan. Baik disengaja maupun tidak, tidak ada seorang pun yang terbebas dari dosa.

Ya, tidak ada seorang pun.

Seiring berjalannya waktu, noda pada hati yang kotor itu menyebar dan berwarna pekat.

Inilah sebab dimana hal yang ditakutkan akan terjadi!

Apabila noda itu tidak segera dibersihkan, lambat laun kita akan menganggap kehadirannya sebagai hal biasa. Suatu hal remeh yang tidak penting untuk dipermasalahkan.

Hati itu akan mati.

Lalu berujung pada ketidakmampuan kita untuk membedakan mana yang bersih dan tidak.

Ketidakmampuan kita untuk membedakan, mana yang benar dan tidak.

Kalau sudah begini, bisa kita bayangkan tidak balasan apa yang akan kita terima pada hari pembalasan?

نعوذبالله من ذالك

Semoga kata maaf tidak pernah gengsi untuk dilontarkan.

Semoga Allah menjaga hati kita agar terhindar dari noda membandel!

Selamat hari Selasa! Mari membenahi diri bersama-sama.

DHIORNIKI🌺

0 Comments:

Post a Comment

Tags